Ini merupakan hari kedua berjalannya kepanitiaan lokal Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2010 secara online. Di Universitas Lampung saya termasuk salah satu anggota panitia lokal, kalau masalah efektivitas, sistem online ini sangatlah membantu, bahkan saya sependapat dengan alasan pemerintah yakni sekaligus memanfaatkan kelebihan sistem Teknologi Informasi kita.
Namun disisi lain, perlu diperhatikan juga bahwa tidak semua siswa lulus SMU sudah familiar dengan komputer, apalagi internet. Kalaulah setiap SMU memiliki standarisasi laboratorium komputer yang memadai, sistem ini akan sangat berguna. Juga mengurangi dampak matinya sistem administrasi panitia lokal akibat banyak karyawan yang masuk jadi panitia. Sistem online hanya memfungsikan sedikit sekali.
Sedikit bercerita waktu hari pertama jaga stan informasi SNMPTN 2010, banyak sekali siswa yang minta didampingi orang tuanya (kadang malah siswa tidak ikut), padahal orang tuanya juga tidak tahu apa itu internet. Ketika diarahkan untuk mendaftar online di warnet (warung internet, red) mereka balik bertanya, “Warnet itu apa ya?”.
Ada siswa yang sampai nangis di depan panitia karena PIN tertukar dengan temannya, ada orangtua yang curhat, ada yang salah datang ke Bank, ada yang berpikir masih daftar manual, bahkan ada cerita saking ribetnya daftar online ada orangtua yang bertekad mengirim anaknya kuliah di swasta saja.
Masalah juga sudah nampak ketika beberapa calon pendaftar mengeluhkan sulitnya memasukan nomor identitas, nomor PIN dan kode captcha. Penjelasannya data yang dimasukan salah, setelah diuji coba di meja panitia tidak ada masalah. Secara ringkas dapat disimpulkan kalau ini murni kesalahan calon pendaftar dan koneksi internetnya yang berakses lambat. Lagipula dilarang untuk membantu mendaftarkan atau mengarahkan calon pendaftar untuk memakai fasilitas dalam Unila, demi menghindari kesan buruk (dalam hal monopoli) yang mungkin ditimbulkan oleh media.
*gambar diatas adalah hasil cetak pendaftar yang berhasil dan dilihat oleh panitia.
salam inspirasi,
Redha Herdianto

4 komentar:
mun9kin sebelumnya perlu sosialisasi dulu
biar tak bin9un9 para pendaftar ju9a oran9tuanya.
tapi dizaman sekaran9 ini sistem serba online meman9 suda jamak.
eheemm..ituh siapa pendaftar online yan9 dijadiin contoh?
he he
@wi3nd: itu calon pendaftar yang sukses pertama kali, she's nobody
ciye.. ngumpulin foto pendaftar cewek ni yee... hehehe
@soemandjaja: lah cuma foto aja satu, ini aja maksa.
Poskan Komentar