Aku memang bukan dilahirkan di kota ini, Kotabumi. Tapi kemarin untuk pertama kalinya aku menginjakan kaki di kota kecil tersebut. Sebuah kota yang menjadi pusat pemerintahan dari Kabupaten Lampung Utara.
Aku selalu suka berjalan sendiri, kemana saja. Meski awalnya takut, tapi aku selalu menunggu kejutan dibaliknya, dan rasa ini addicted in my mind. Namun kesan pertama yang aku dapat kota tersebut sangat sepi dan orang-orang disana rata-rata kurang mengindahkan peraturan lalu-lintas. Dan benar informasi yang kubaca di internet kalau kota ini bahkan kurang maju dibanding kabupaten lain yang lebih muda.
Sesampainya disana aku sempat menunggu kurang lebih 30 menit kedatangan pendamping jalan-jalanku. Lalu hingga beberapa jam kedepan dipenuhi kehangatan tidak terkira, canda tawa pelepas rindu setelah hampir tiga tahun tidak bertemu. Hampir tidak ingin pulang lagi. Tujuan pertama adalah masjid besar disana, yang katanya isinya akan dipenuhi oleh orang-orang salaf, sayangnya hari Minggu itu masjid terkunci rapat hingga sore.
Perjalanan dilanjutkan dengan kekuan dan jalan kaki, ke ATM BNI ternyata saldo tabungan tidak tersisa. Inilah hal paling mengharukan antara kami berdua. Tidak akan pernah terlupa saat berdebat minta maaf karena nggak bisa traktir dengan alasan “khan sudah tiga tahun bertemu”. Oh so sweet lihat perubahan mukanya yang imut… *ayo istighfar… istighfar…"*
Dan lebih lucu lagi, ketika sudah jalan-jalan sempat berselisih karena aku hampir tidak bisa ada ketika dia butuh, atau pas dirayu SPG. Makan bakso berdua, minum es buah, sholat di masjid kampusnya. Sampai menunggu lebih dari dua jam kereta berangkat dengan sangat setianya. Aku bakal kesana lagi sepertinya.
mau kesana lagi,
Redha Herdianto




2 komentar:
belum banyak perubahan rupanya kotabumi tersebut..
ckckck..
yang bikin indah perjalanan herdi adalah bersama pendampingnya ituuh :P
suuit suitt..prikitiiwww.... he he
@wi3nd: emang pernah ke Kotabumi?
Poskan Komentar