Or perhaps in Slytherin you'll make your real friends, those cunning folk use any means achieve their ends. And power-hungry Slytherin loved those of great ambition. We Slytherins are brave, yes, but not stupid.

Love to Masjid

MasjidSemua orang pasti paham apa itu Masjid. Yups, tempat sujud dan tempat ibadah bagi kaum Muslim. Banyak ayat Al Quran dan Hadits yang menyebutkan pentingnya muslim laki-laki untuk selalu datang ke tempat satu ini. Bahkan Masjid bisa dikatakan sentral dari seluruh kegiatan Islam, apapun bentuknya. Meski ada batasan-batasan yang harus dipahami. Misalnya dilarang berniaga didalamnya atau membicarakan masalah duniawi semata. Bahkan menurut salah satu riwayat bangunan pertama yang dibangun ketika Rasullullah masuk ke Madinah adalah Masjid.

Ketika pertama kali bekerja di sini, Cikande-Serang. Aku ditawari untuk tinggal di mess, dengan alasan inilah tempat tinggal yang merupakan fasilitas yang disediakan gratis oleh perusahaan. Dan karena aku lulusan S1 (sarjana) maka dianggap staf khusus. Sehingga mess dicampur dengan lulusan S1 juga, satu kamar diisi oleh empat staf officer. Bedanya kalau operator satu kamarnya diisi 6 orang, so crowded. Dan juga tempat makan juga dibedakan, antrian kami hanya kisaran beberapa orang, berbeda dengan pekerja operator yang antrianya bisa puluhan orang.

Satu hal yang aku tidak suka dari keadaan mess adalah keadaan kamar mandi dan suasana ibadah yang agak sulit. Bayangkan untuk sholat dalam ruangan hanya ada satu jalan, ke arah kamar mandi. Kiblat pas menghadap kamar mandi, kemudian seringkali aku sholat, teman-temanku asyik aja jalan ke arah kamar mandi, gak pake nunggu mereka justru geser aku yang lagi sholat. Asli gak khusyuk. Sedangkan untuk berjalan ke masjid butuh waktu 10 menit berjalan. Sia-sia waktu jalannya.

Akhirnya diputuskan untuk mencari kamar kost yang bisa dijangkau dalam hitungan menit menuju tempat kerja. Alhamdulillah ketemu dengan biaya paling minim dan sesuai dengan keinginan. Dekat masjid dan kamar mandi di dalam. Hanya 15 menit perjalanan motor ke arah pabrik. Menuju masjid hanya berjarak setengah menit. Mungkin inilah jalan yang diberikan Allah untuk mempermudah ibadah karena niatnya memang untuk itu. Percuma irit tinggal di mess tapi susah ke masjid. Banyak uang tapi hidup tidak berkah.

Semoga dengan ini aku tidak lupa untuk tetap jalan ke masjid, berjamaah. Apalagi sebentar lagi bulan suci Ramadhan jadi akses ibadah jami' akan lebih nikmat. Dan aku pribadi berharap semoga dari 7 (tujuh) golongan yang akan dinaungi Allah kelak ketika hari perhitungan aku masuk dalam salah satunya, Pemuda yang hatinya terikat ke masjid. Semoga... Amiin.

*gambar diambil dari ZainMujahid

sedang curhat,
Redha Herdianto

3 komentar:

Aqi mengatakan...

Wah dah g di Unila lg bang, pindah kmn skr?
Soal jalan-jalan k bintaro kmren kita rencanakan lg klo ad waktu...semangat bang!

herdianto mengatakan...

@Aqi: oke, nnt klo ada waktu ke bintaro

Aqi mengatakan...

Ok deh...dtunggu kedatangannnya untuk menghabiskan hari liburannya di Bintaro.