Dua postingan terdahulu sudah menjelaskan kalau aku sekarang dalam masa hijrah dan mencoba ber-adaptasi dengan atmosfir disini yang serba cepat. Kalau tidak cepat maka akan sering terjebak macet. Hehe.... Maklum daerah ini adalah daerah industri. Oiya aku ingin cerita masalah ketidaan koneksi internet di tempat kerjaku yang baru. Bahkan komputer saja aku belum diberi, katanya sih untuk pengadaan akan sangat lama. Jelas ini akan sangat menyiksa karena aku tidak bisa menuangkan ide pikiran dan hasratku dalam tulisan.
Akhirnya terbersit solusi paling cerdas dalam ketika dalam pencarian seminggu tidak juga ketemu line internet, yaitu membeli sebuah buku Diary. Yups.. anda tidak salah baca. Buku Diary adalah sebuah buku mungil yang berisi catatan hati menjelang tidur ketika malam menerpa. Diary pun identik dengan feminisme, biasanya kaum hawa yang paling rajin dan hampir wajib memiliki perkakas satu ini. Tapi dua minggu lalu aku membeli diary yang bentuknya tidak seperti diary, malah menyerupai buku agenda. Kubawa tiap harinya ke kantor. Ketika tidak ada kerjaan maka tanganku akan sangat lincah menari menapaki tiap lajur kosongnya. Kuisi dengan isi hati dan kegiatanku sehari-hari.
Apakah dengan itu aku jadi aneh? Tentu tidak, sedikit demi sedikit aku mulai menghilangkan frame bahwa diary adalah buku harian yang hanya digunakan oleh kaum cewek. Karena aku sudah memanfaatkannya dan hasilnya sangat berguna. Aku bisa menabung tulisan selama satu minggu kerja dan menumpahkan semua isinya dalam sela-sela weekend selain kegiatan rutin mingguan yakni mencuci dan menyetrika.
Paling tidak aku bisa merasakan bagaimana kurang enaknya hidup sendirian, dan ini yang membuatku semakin bersemangat untuk mengumpulkan modal biar nggak sendiri lagi :D serta kapan-kapan aku ceritakan tentang kost baruku, kuliner di pabrik, keadaan macet menuju pabrik serta enaknya ketika awal bulan menerima gaji. See you....
*gambar diambil dari Sedotan Limun
salam perantau,
Redha Herdianto
3 komentar:
Subahanallah,.... Rasulullah berhijrah demi pendekatan diri beliau kepada Allah SWT.
Alhamdulillah,.... antum tiap bulan menerima haji ya sekarang ^_^
hehe... akhirnya punya diary juga! :D
@Tomy: salah tulis tom, iya ya dibenerin nih
@lia: hehe... asyik juga punya diary
Poskan Komentar