Or perhaps in Slytherin you'll make your real friends, those cunning folk use any means achieve their ends. And power-hungry Slytherin loved those of great ambition. We Slytherins are brave, yes, but not stupid.

Weekend itu nikmat

Bismillah... akhirnya bisa juga mulai menulis disini. Walaupun belajar irit keuangan karena jauh dari orang tua, so cukup satu jam saja menyewa bilik yang merupakan salah satu privasiku setelah satu minggu penuh direnggut. Aku merasa mulai merasa lebay karena belum terbiasa dengan iklim cuaca, suasana kerja, tanpa fasilitas dan takut. Tapi mudah-mudahan satu tulisan ini cukup dan tidak akan ada lagi keluh kesah.

Ini aku ceritakan keadaanku secara subjektif. Dulu aku belum terbiasa dengan etos kerja di dunia nyata, aku hanya belajar bekerja di kampusku, jadi masuk terserah jam berapapun begitu juga pulangnya. Disini aku harus masuk jam 7 pagi dan pulang jam 4 sore, full selama 8 jam kerja dan 5 hari seminggu. Untuk sementara aku tinggal di mess yang disediakan pabrik. Ruanganya besar tapi satu kamar diisi 4- 5 orang untuk officer macam aku. Tersisa satu jalan dari pintu depan ke kamar mandi, itulah satu-satunya ruang yang dipakai untuk ibadah sholat. Padahal dari ke-4 penghuni memiliki kesibukan masing-masing. Hingga aku berpikir untuk mencari kost-an yang sangat mahal disini harganya demi untuk meng-khusyuk-kan ibadah saja. Aku takut memang irit pengeluaran tapi hati jadi mati dan hidup tidak berkah. Meski tidak banyak uang tapi hidup berkah khan hati jadi tenang dan senang, jadi lebih kuat menghadapi hidup. Buat apa coba uangnya banyak tapi hidupnya tidak berkah.

Untuk masalah ini aku sudah bicara sama orang tua dan mendapat restu untuk cari kost-an demi lebih tenang sholat. Dan mereka juga berpikir kalau aku kost maka privasi lebih ada lagi. Meski akan sangat memberatkan awalnya untuk masalah biaya hidup karena harus mengisi isi kamar dari awal. Karena aku juga baru tahu kalau kost itu cuma kamar kosong saja.

Oiya, masalah weekend awalnya aku tidak percaya perkataan temanku sendiri. Dulu aku hanya tahu bahwa dia tidur seharian ketika Sabtu-Minggu, kata dia begini, "Nanti juga bakal anda rasain sendiri kalau sabtu-minggu itu bener-bener surga."

Disini aku baru satu minggu, dan merasakan weekend baru sekali tapi sudah aku rasain nikmatnya hari libur. Aku puasin tidur malam dan siang, apalagi kalau liat kasur kosong. Hhmmm pengen langsung ngiler aja. Tapi karena besok sudah senin lagi, deg-degan lagi. Back to the daily routine....

curhatan buruh pabrik,
Redha Herdianto

3 komentar:

ruy ruhiyah mengatakan...

keep fighting rhe..

^_^

Dãmen ruag mengatakan...

Yup's

Dãmen ruag mengatakan...

Hi..all love U