Or perhaps in Slytherin you'll make your real friends, those cunning folk use any means achieve their ends. And power-hungry Slytherin loved those of great ambition. We Slytherins are brave, yes, but not stupid.

Short Trip to Jogja

Tiga mobil itu berkejaran beriringan. Dua Avanza hitam dan Terios silver melaju dengan kecepatan sedang namun stabil. Menyusuri jalanan padat dari Ciujung malam hari. Tiga mobil itulah yang menjadi rombonganku menuju Kota Jogjakarta dalam rangka liburan (long weekend), Sabtu – Minggu – Senin (21-23 Jan 2012). Mobil pertama dan kedua berisi keluarga penuh, sedangkan aku ada di mobil ketiga dan dua temanku yang membawa mobil juga berfungsi sebagai penunjuk jalan.

Dari awal perjalanan sudah terasa aura kesenangan. Jujur kami sangat bersemangat, dalam perjalanan canda gurau hampir tidak pernah berhenti. Secara beberapa orang dari kami di dalam mobil belum pernah ke Kota Pelajar itu sebelumnya. This is our first time, and we so excited, obviously.

Lucu karena bila menggunakan kendaraan publik macam kereta, berangkat malam kami akan sampai di sana pagi hari. Tapi karena ini pakai kendaraan mobil pribadi, banyak anak kecil dan banyak keinginan dari pada penumpangnya maka alhasil kami serombongan sampai di alun-alun Kota pukul 8 malam, dan masuk penginapan pukul 10 malam. Pas banget 12 jam perjalanan darat. How awesome….

Karena kelelahan sebagian besar pada tidur. Kecuali lima orang, Saya, Raditya, Iyin, Mae, dan Ciput. Jam 12 malam kami menyambangi Tugu Jogjakarta, disana sudah ramai muda-mudi yang foto-foto. Dari logat bicara mereka kebanyakan adalah pendatang juga, malam itu saya mendengar bahasa Palembang, Sunda dan Jakarta. Mungkin masih banyak lagi karena tidak semua saya dengar. Di Tugu itulah kemudian kami bernarsis ria. Kemudian wisata malam dilanjutkan melewati Jalan Pasar Kembang (Sarkem) yang fenomenal itu :) kemudian melihat Universitas Gajah Mada (UGM) dan makan lesehan di jalan Malioboro, makan burung dara goreng dan wedang uwuh. Menurut penjelasan dari penjualnya wedang uwuh itu adalah sampah keraton, daun yang dipakai yang jatuh di pelataran keraton. Unik

Pagi harinya setelah sarapan nasi goreng, mulai plesiran ke Malioboro berburu batik dan kaos distro. Aku beli lumayan banyak hehe… oiya gak lupa sedikit cemilan. Kemudian setelah itu dilanjutkan jalan pulang tapi mampir dulu ke Candi Borobudur dan beli beberapa souvenir, mulai dari kaos, baju, tas, hingga batu ulekan. Tepat habis maghrib perjalanan dilanjutkan sambil bergerimis ria. Dan mampir di daerah Secang untuk beli oleh-oleh makanan.

Meski hanya sedikit waktu disana tapi kesannya mendalam. And you know what… aku pengen kesana lagi, tapi dengan naik kereta ala backpacker. Masih banyak tempat yang belum disambangi. Karena menurutku Jogja memang daerah yang menarik. Banyak sekali yang bisa dipelajari disana, meski ada beberapa hal yang sangat berseberangan dengan identitas asli Jogja sebagai Kota Pelajar. Aku bilang beruntunglah yang sempat mencicipi kehidupan di Jogja.

salam inspirasi,
Redha Herdianto

1 komentar:

soemandjaja mengatakan...

wah.. kagak maen ke pantai2 di kidul mah kagak seru dha..